
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Pembangunan Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Torue dan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menelan anggaran total Rp20,82 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Parigi Moutong melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, menyampaikan hal tersebut dalam laporan pada kegiatan peresmian kedua fasilitas kesehatan di halaman Gedung Puskesmas Torue, Kecamatan Torue, Kamis (8/10/2026).
Darlin mengatakan, pembangunan kedua fasilitas kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Torue dan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” kata Darlin.
Untuk pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Torue, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7.618.852.000.
Menurut Darlin, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari investasi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan.
“Pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi merupakan bagian dari investasi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan agar semakin dekat, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan gedung yang lebih representatif, Puskesmas Torue diharapkan dapat memberikan dukungan lebih baik terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelayanan tersebut mencakup upaya promotif, preventif, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai dengan tugas dan fungsi puskesmas.
Sementara itu, pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong menghabiskan anggaran sebesar Rp13.200.720.000.
Gedung Labkesmas tersebut berada di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi. Pembangunannya juga menggunakan APBD melalui DAK fisik.
Darlin mengatakan, Labkesmas tingkat II di tingkat kabupaten/kota tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat sekaligus mendukung penyediaan data dan informasi kesehatan.
“Sebagai Labkesmas tingkat II pada tingkat kabupaten/kota, fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong sekaligus menjadi bagian penting dalam penyajian data dan informasi kesehatan yang dapat mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program kesehatan,” katanya.
Meski gedung telah tersedia, pemenuhan alat kesehatan untuk mendukung operasional Labkesmas masih dilakukan secara bertahap.
Darlin menyebut kebutuhan alat kesehatan ditargetkan tiba pada November 2026.
“Untuk mendukung operasional Laboratorium Kesehatan Masyarakat ini, pemenuhan alat kesehatan akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan kebutuhan alat kesehatan dapat tiba pada bulan November tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Darlin, terpenuhinya sarana, prasarana, dan peralatan akan menjadi bagian penting agar Labkesmas dapat menjalankan fungsi pelayanan sesuai standar.
Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong secara bertahap.
“Pembangunan kedua fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pelaksanaan program kesehatan nasional melalui program sehat bersama sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutur Darlin.
