
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengusulkan agar pelaksanaan Festival Teluk Tomini (FTT) tahun depan diselaraskan dengan musim durian. Usulan itu ia sampaikan saat membuka, Kamis, 20 November 2025.
Dalam sambutannya, Anwar menyatakan bahwa berbagai kegiatan festival dan event daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
“Meski kita sedang melakukan efisiensi, kegiatan seperti ini harus tetap berjalan. UMKM hanya bisa tumbuh jika kita menyediakan momentum yang memberi mereka peluang,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area festival pada malam pembukaan. Menurutnya, hal itu menunjukkan kebutuhan masyarakat Parigi Moutong terhadap ruang hiburan, seni, dan aktivitas kreatif.
Anwar kemudian menyoroti potensi Parigi Moutong sebagai daerah penghasil durian yang semakin dikenal secara nasional hingga internasional.
“Setiap saya bertemu pengusaha di luar daerah, yang mereka ingat adalah durian Parigi Moutong. Bahkan durian kita sudah dikenal sampai Thailand dan Tiongkok,” katanya.
Karena itu, Anwar mengusulkan agar Festival Teluk Tomini tahun 2026 digelar pada bulan April, bertepatan dengan musim durian.
“Jika festival digelar saat musim durian, dampaknya akan jauh lebih besar. Bukan hanya warga lokal, wisatawan nusantara dan mancanegara pun bisa datang,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyinggung pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak, termasuk penyelesaian persoalan tambang dan kerusakan lahan pertanian agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.
Kegiatan pembukaan FTT 2025 turut dirangkaikan dengan Gelar Budaya, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, serta kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, dan Kementerian Kebudayaan.
Gubernur berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Parigi Moutong semakin meningkat, sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat