
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menegaskan pentingnya pemahaman program kerja KPA bagi seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Penegasan tersebut disampaikan saat pengukuhan pengurus KPA Kabupaten Parigi Moutong yang digelar di Aula Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa 23 desember 2025.
Dalam sambutannya, Hestiwati meminta para pengurus KPA yang baru dilantik agar benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab organisasi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di daerah.
“Saya meminta seluruh pengurus KPA yang baru dilantik untuk memahami program kerja KPA, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Hestiwati.

Ia menjelaskan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS telah diatur secara nasional melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Tahun 2018, sehingga seluruh pihak terkait di daerah wajib menjadikan regulasi tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan program.
Hestiwati juga menekankan pentingnya pembaruan data serta pemahaman terhadap situasi terkini kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Parigi Moutong. Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan agar kebijakan dan langkah penanganan yang diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, tercatat sekitar 230 kasus HIV dan 75 kasus AIDS hingga saat ini. Kondisi tersebut, kata Hestiwati, membutuhkan sinergi lintas sektor untuk menekan angka penularan.
Ia menambahkan bahwa tenaga medis memiliki peran penting dalam mekanisme pengobatan, sementara KPA memiliki tugas strategis dalam pencegahan, pendampingan, serta memastikan pasien memperoleh hak layanan kesehatan secara optimal.
Selain itu, Hestiwati mendorong penguatan layanan pengobatan di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong, agar akses layanan bagi pasien HIV/AIDS dapat berjalan maksimal.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara KPA dan Dinas Kesehatan, termasuk integrasi penanganan penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang memiliki keterkaitan dengan kerentanan penularan HIV/AIDS.
“Jika seluruh pihak bekerja bersama dan pasien mendapatkan hak layanan kesehatan dengan baik, maka upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Parigi Moutong akan lebih efektif,” pungkasnya.