
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Forum Pemuda Kaili Bangkit (FPKB) Parigi Moutong mewacanakan pelaksanaan kegiatan pertunjukan seni, adat, dan budaya berskala Provinsi Sulawesi Tengah yang direncanakan berlangsung di kawasan Eks Sail Tomini, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong.
Wacana tersebut digagas sebagai upaya mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus memperluas ruang ekspresi seni bagi pemuda dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Ketua Harian FPKB Parigi Moutong, Samsul Bahri, mengatakan bahwa gagasan kegiatan ini berangkat dari kepedulian pemuda terhadap semakin minimnya ruang pertunjukan seni dan adat di tengah perkembangan modernisasi.
“FPKB memandang penting menghadirkan ruang bersama bagi pelaku seni dan budaya, tidak hanya dari Parigi Moutong, tetapi juga dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah,” ujar Samsul Bahri kepada awak media di Parigi, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kawasan Eks Sail Tomini dinilai strategis sebagai pusat kegiatan karena mudah dijangkau masyarakat serta memiliki nilai historis dan sosial yang kuat.
Ia menjelaskan, wacana festival budaya tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal dan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah provinsi, tokoh adat, serta komunitas seni dan budaya.
Rencana kegiatan disebut akan dilaksanakan pada 28 Oktober mendatang, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, sebagai simbol peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan keberagaman budaya.
FPKB menegaskan bahwa kegiatan nantinya akan mengedepankan nilai kebersamaan, ketertiban, serta menjunjung tinggi norma adat dan peraturan yang berlaku.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas daerah, lintas generasi, dan sarana edukasi budaya bagi generasi muda Sulawesi Tengah,” tambah Samsul.
Melalui wacana tersebut, FPKB Parigi Moutong berharap mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar seni, adat, dan budaya lokal tetap hidup serta menjadi bagian dari penguatan identitas kebudayaan di Sulawesi Tengah.