
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kebakaran lahan perkebunan seluas kurang lebih lima hektare terjadi di Dusun I, Desa Gangga, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Api diduga cepat meluas akibat cuaca panas dan banyaknya material kering di lokasi.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada Bhabinkamtibmas Desa Lemusa, Aiptu Royke Marthen Luter R, setelah melihat kobaran api membesar di kawasan padang bambu yang mudah terbakar.
Menerima laporan itu, personel Pospol Parigi Selatan bersama anggota jaga Polsek Parigi langsung menuju lokasi. Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang turut memimpin upaya pemadaman bersama warga.
Karena keterbatasan sarana, petugas dan masyarakat memadamkan api secara manual menggunakan tangki air gendong, ember, dan peralatan seadanya. Upaya pemadaman berlangsung sekitar empat jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 23.00 WITA.
Akibat kebakaran tersebut, lahan milik almarhum Mengkuru Pakou terbakar sekitar tiga hektare. Sekitar 1.000 pohon cokelat dan tanaman lombok siap panen dilaporkan rusak, dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta.
Sementara itu, lahan milik Lodi, warga Desa Olaya, seluas kurang lebih dua hektare juga terdampak. Bibit tanaman cokelat yang baru ditanam mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian sekitar Rp2 juta.
Total lahan terdampak mencapai sekitar lima hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang mengatakan kebakaran lahan menjadi ancaman serius, terutama saat musim kemarau.
“Kebakaran diduga dipicu faktor alam dan kemungkinan kelalaian manusia, diperparah banyaknya material kering seperti bambu dan rumput. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah pedesaan menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran lahan.
Polsek Parigi memastikan akan meningkatkan patroli, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, TNI, dan BPBD guna mencegah kejadian serupa terulang di wilayah Parigi Selatan.