
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Laskar Merah Putih (LMP) Parigi Moutong terus memperkuat konsolidasi menjelang akhir tahun 2025. Di bawah kepemimpinan pusat HM Arsyad Canu, struktur LMP di berbagai daerah terus dipadatkan, termasuk Markas Cabang (Macab) Parigi Moutong, Rabu malam 3 Desember 2025.
Kegiatan konsolidasi tersebut digelar di Cafe Juara Parigi, dipimpin langsung oleh Ketua Macab LMP Parigi Moutong, Fadli Arifin Azis, SH. Dalam arahannya, Fadli menegaskan bahwa LMP merupakan lembaga independen yang tidak berada dalam kendali pemerintah daerah, namun tetap siap mendukung program pembangunan melalui visi dan misi organisasi.
“Kehadiran Lembaga Merah Putih di Parigi Moutong bertujuan menjaga stabilitas dan keamanan daerah. Kami menyatakan perang terhadap narkoba dan siap menghadapi berbagai tantangan di bawah garis komando,” ujar Fadli.
Ia meminta seluruh jajaran LMP, baik di tingkat Markas Daerah (Mada) maupun pengurus kecamatan, untuk menjaga koordinasi dan kekompakan sebagai kunci keberlanjutan organisasi.
Fadli juga menegaskan pentingnya susunan pengurus yang solid, termasuk Markas Cabang dan Komando Satuan Srikandi. Ia menolak pola organisasi yang hanya aktif saat pelantikan, namun tidak memiliki aktivitas berkelanjutan.
“Laskar Merah Putih membutuhkan orang-orang yang siap bekerja dalam jangka panjang, bukan hanya nama dalam daftar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fadli menyinggung pentingnya pembentukan unit-unit khusus yang kelak menjadi tulang punggung berbagai agenda organisasi. Ia memberi sinyal dukungan bagi Ibu Salma untuk memimpin Satuan Srikandi dan Zulfikar Zamardi sebagai Panglima, dengan catatan hal tersebut bukan untuk memicu konflik internal, melainkan untuk memperkuat kesiapsiagaan lembaga, termasuk dalam penanganan bencana.
Fadli menambahkan, meski pelantikan resmi LMP Parigi Moutong masih menunggu jadwal, seluruh pengurus diminta tetap solid dan mempersiapkan langkah strategis lembaga.
“Saya mengajak seluruh jajaran LMP mendeklarasikan perang terhadap narkotika yang belakangan sangat meresahkan. Kita harus bersatu menegakkan keadilan dan membantu warga yang membutuhkan,” tutupnya.