
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Harapan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadikan Pasar Ramadan sebagai pusat sentra belanja kebutuhan berbuka puasa belum terlihat pada hari pertama pelaksanaannya, Kamis sore (19/2/2026).
Berdasarkan pantauan media reelsparimo di lokasi, suasana pasar terpantau lengang. Dari 23 tenda yang telah disiapkan pemerintah daerah, hanya delapan pedagang yang terlihat berjualan. Jumlah pengunjung pun masih minim hingga menjelang waktu berbuka.
“Baru delapan penjual yang buka. Pengunjung juga masih sepi, lebih banyak penjaganya daripada pembeli,” ujar salah satu pedagang di lokasi.
Sebelumnya, pemerintah daerah menyampaikan bahwa Pasar Ramadan disiapkan untuk menertibkan pedagang yang selama ini masih berjualan di atas trotoar, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pusat belanja yang terfokus.
Namun kondisi hari pertama justru memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas konsep yang diterapkan.
Salah satu praktisi perempuan di Parigi Moutong menilai, sepinya aktivitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor waktu pelaksanaan, tetapi juga konsep yang dinilai kurang kuat menarik minat.
“Kalau tujuannya sentralisasi pedagang, maka harus ada strategi yang benar-benar membuat pedagang dan pembeli mau terpusat di satu lokasi. Dari yang terlihat, konsepnya belum cukup menarik untuk menjadi magnet,” ujarnya.
Ia juga menyoroti belum tersentralnya pedagang sebagai salah satu penyebab kondisi tersebut. Di sejumlah titik di Kota Parigi, pedagang takjil masih terlihat berjualan seperti biasa, sehingga konsentrasi pembeli tidak terkumpul di satu lokasi.
“Kalau pedagang masih tersebar di banyak titik, maka pasar yang disiapkan pemerintah sulit menjadi pusat keramaian. Ini perlu evaluasi serius agar tujuan penataan tidak hanya sebatas penyediaan tenda,” tambahnya.
Menurutnya, kebijakan penataan publik idealnya dibarengi dengan pendekatan komprehensif, mulai dari regulasi yang jelas, sosialisasi intensif, hingga penguatan daya tarik pasar, baik dari sisi fasilitas, akses, maupun promosi.
Kondisi hari pertama ini pun memunculkan pertanyaan publik: apakah Pasar Ramadan akan mampu menjadi sentra ekonomi seperti yang ditargetkan, atau justru berjalan tanpa perubahan signifikan dari pola sebelumnya?
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terkait evaluasi hari pertama serta strategi lanjutan untuk meningkatkan partisipasi pedagang dan minat masyarakat.
Reelsparimo akan terus memantau perkembangan aktivitas Pasar Ramadan selama Ramadan berlangsung.