
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui peningkatan kesejahteraan keluarga. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, S.Pd., saat menghadiri kegiatan Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas melalui fasilitasi pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) tingkat Kabupaten Parigi Moutong, yang digelar di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Selasa pagi 23 desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong menyerahkan 70 paket Keranjang Dahsat kepada keluarga berisiko stunting yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas. Bantuan ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi seimbang keluarga serta menekan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.

Abdul Sahid mengatakan, penanganan stunting dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keluarga yang sejahtera memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan anak.
Ia menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah faktor penyebab stunting yang belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif semua pihak dalam memberikan edukasi, terutama terkait kesiapan membangun rumah tangga, pola pengasuhan anak, serta pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.
“Peran orang tua sangat menentukan. Tanggung jawab menjaga kesehatan anak dimulai sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang,” ujar Abdul Sahid.
Lebih lanjut, ia menilai Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia mendorong para kepala desa agar mengoptimalkan potensi pertanian dan perkebunan di wilayah masing-masing guna mendukung ketahanan pangan keluarga.
Selain itu, Wakil Bupati mengajak para orang tua agar memperhatikan pemenuhan gizi anak sesuai standar yang ditetapkan, sehingga anak dapat tumbuh sehat dan optimal. Ia menegaskan bahwa peran sebagai kepala keluarga harus diiringi dengan tanggung jawab penuh dalam mengurus dan melindungi seluruh anggota keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Sahid juga meminta para petugas lapangan agar penanganan stunting dilakukan secara tepat sasaran melalui pendekatan by name by address. Menurutnya, keakuratan data sangat penting agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Ia mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara petugas lapangan dan pemerintah desa dalam melakukan pendataan serta verifikasi warga yang masuk kategori berisiko stunting, sehingga pelaksanaan program penanganan stunting di Kabupaten Parigi Moutong dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.