
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, ke Kabupaten Parigi Moutong dalam rangka peresmian Pasar Tematik menjadi momentum lahirnya komitmen besar untuk memperkuat sektor durian daerah. Dalam kesempatan tersebut, Wamen mendorong gerakan nasional penanaman pohon durian melalui kampanye “Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian.”
Farida menilai Parigi Moutong memiliki ekosistem durian yang terus bertumbuh dari hulu hingga hilir. Keterlibatan masyarakat dinilai sebagai faktor kunci untuk menjadikan daerah ini sebagai sentra durian terkemuka di Indonesia hingga mampu menjadi motor ekspor nasional.
“Kalau setiap rumah di Parigi Moutong menanam satu pohon durian, maka lima sampai enam tahun ke depan daerah ini bisa menjadi salah satu lumbung durian terbesar di Indonesia. Potensinya sudah terlihat, tinggal digerakkan secara serentak dan terstruktur,” ujar Wamen Farida.
⸻
Wabup Tegaskan Komitmen: 1 Desa 2 Hektar Durian Berdasar Perbup 5/2023
Menanggapi ajakan tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah sejak awal menyiapkan kebijakan penguatan komoditas durian melalui Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2023 tentang Durian Parigi Moutong. Regulasi tersebut mengamanatkan setiap desa menyiapkan minimal dua hektar kawasan pengembangan durian.
“Komitmen 1 desa 2 hektar bukan gagasan baru. Ini adalah amanat Perbup Nomor 5 Tahun 2023 yang menjadi dasar penguatan durian sebagai komoditas unggulan daerah,” jelas Wabup Abdul Sahid.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Parimo dalam membangun ekonomi berbasis komoditas unggulan sekaligus mendukung kesiapan daerah sebagai peserta utama ekspor durian Indonesia–Tiongkok.
⸻
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Industri Durian
Wamen Farida menyambut baik langkah kebijakan tersebut dan menyebut Parigi Moutong sebagai daerah yang memiliki keberanian mengambil posisi strategis dalam industri durian nasional. Menurutnya, program “1 Desa 2 Hektar” akan memperkuat rantai pasok durian, meningkatkan posisi tawar petani, serta mengoptimalkan daya saing varietas unggulan lokal, termasuk Durian Montong yang tengah dipersiapkan untuk ekspor.
“Saya sangat mengapresiasi bahwa Parigi Moutong sudah memiliki regulasi jelas dalam pengembangan durian. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi berbasis durian,” ungkapnya.
⸻
Data Produksi Menguatkan Kesiapan Ekspor
Saat ini Parigi Moutong telah memiliki fondasi produksi durian yang kuat, di antaranya:
• 114.103 pohon durian produktif
• 1.114 hektar lahan durian
• 6.000 ton produksi panen 2024
• Perputaran ekonomi Rp700 miliar
• 16 gudang packing house
• 6 UMKM hilirisasi durian
• Varietas unggulan ekspor: Durian Montong
Dengan kapasitas tersebut, Parigi Moutong memasuki fase baru industri durian modern. Bahkan pekan depan, daerah ini bersiap melaksanakan ekspor perdana durian Indonesia–Tiongkok, menandai peran sentral Parimo dalam perdagangan durian internasional.
⸻
Menuju Sentra Durian Nasional
Gerakan “Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian” yang digagas Wamen, ditambah program daerah “1 Desa 2 Hektar Durian” berdasarkan Perbup 5/2023, diyakini menjadi dua kekuatan besar yang saling melengkapi. Keduanya diharapkan mampu memperluas area tanam, meningkatkan produksi, membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM hilirisasi, dan memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai sentra durian nasional.
“Dengan regulasi yang kuat, dukungan pemerintah pusat, dan antusias masyarakat, saya optimis Parigi Moutong akan menjadi rumah besar durian Indonesia,” tutup Wabup Abdul Sahid.