
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Parigi Moutong mulai menunjukkan tajinya sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan di Sulawesi Tengah. Tahun ini, untuk pertama kalinya, sebanyak 27 ton durian asal daerah tersebut berhasil diekspor langsung ke China.
Capaian itu menjadi pembahasan utama dalam Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi yang digelar Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Badan Karantina Indonesia di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avulua, Kamis (27/5/2026).
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, OPD terkait, pelaku usaha, hingga petani durian lokal.
Bupati Parigi Moutong mengatakan keberhasilan ekspor perdana ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk memperluas pasar durian hingga mancanegara. Namun, menurutnya, kualitas buah tetap menjadi hal utama yang harus dijaga.
“Kami ingin durian Parigi Moutong dikenal bukan hanya karena rasanya enak, tapi juga kualitasnya terjamin,” kata Bupati.
Parigi Moutong sendiri memiliki potensi perkebunan durian yang cukup besar. Data pemerintah daerah mencatat luas lahan durian mencapai sekitar 1.114 hektare dengan lebih dari 114 ribu pohon produktif. Produksinya diperkirakan mencapai 6.000 ton per tahun dan tersebar di 19 kecamatan.
Di balik peluang ekspor yang mulai terbuka, petani ternyata masih menghadapi persoalan di lapangan. Salah satunya penyakit bangkalan yang belakangan dikeluhkan petani karena merusak kualitas buah.
Bakrin, petani asal Desa Alo, Kecamatan Ampibabo, mengatakan penyakit tersebut sulit dikenali sebelum buah dibelah. Dampaknya, rasa durian menjadi tawar, kandungan air berlebihan, dan muncul bercak pada daging buah.
Keluhan itu langsung mendapat respons dari Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding. Ia menyebut pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mempelajari penyebab dan penanganan penyakit tersebut.
“Kami akan bergerak cepat mencari solusi agar penyakit ini tidak terus merugikan petani,” ujar Karding.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas durian sejak proses budidaya hingga pengemasan agar mampu bersaing di pasar internasional.
Dengan potensi produksi yang besar dan dukungan pemerintah, durian Parigi Moutong kini mulai dilirik pasar global. Harapannya, ekspor ini tak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.
