
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Antrean kendaraan truk yang mengular di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kasimbar Selatan, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, menuai keresahan warga setempat.
Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah video keluhan warga viral di media sosial. Dalam video itu, seorang warga bernama Rusli menyampaikan keresahannya terkait kendaraan, khususnya truk, yang parkir dan mengantre hingga memakan badan jalan di sekitar area SPBU.
Menurut Rusli, antrean kendaraan yang kerap terjadi membuat situasi lalu lintas menjadi semrawut dan dinilai membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Dari kami masyarakat yang berada di sekitar SPBU Kasimbar Selatan, Dusun Lambagu, resah dengan adanya parkir-parkir liar yang dilakukan mobil-mobil yang antre di SPBU tersebut, terutama kendaraan jenis truk,” ujar Rusli dalam video yang beredar.
Ia mengatakan kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi dan hingga kini masih dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Rusli juga meminta perhatian serius dari pihak terkait agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Makanya dari hal tersebut kami meminta pihak kepolisian, pemerintah daerah, termasuk anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong untuk menindaklanjuti keresahan kami ini,” katanya.
Selain dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas, Rusli menyebut antrean kendaraan yang menggunakan badan jalan diduga turut memicu sejumlah insiden di sekitar lokasi.
“Akibat parkir sembarang oleh mobil-mobil, khususnya truk, banyak kejadian kecelakaan di sekitar SPBU. Bahkan rumah masyarakat sekitar juga ada yang rusak akibat tersenggol mobil truk,” ungkapnya.
Rusli berharap ada langkah nyata dari pihak terkait guna menertibkan antrean kendaraan di sekitar area SPBU agar tidak lagi menggunakan badan jalan.
Saat dikonfirmasi tim reelsparimo pada Jumat sore (29/5/2026), Rusli membenarkan isi video yang viral tersebut. Ia menegaskan antrean kendaraan truk di sekitar SPBU memang sering terjadi dan sudah lama menjadi keluhan warga.
Sementara itu, pihak SPBU Kasimbar Selatan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Jumat (29/5/2026) mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi antrean kendaraan di sekitar lokasi.
“SPBU sudah mengambil langkah untuk mengurangi antrean dan berkoordinasi dengan pengemudi kendaraan serta pihak Polsek. Hasilnya sejak tanggal 26 Mei 2026 antrean sudah mulai berkurang,” tulis pihak SPBU.
Warga berharap adanya koordinasi antara pihak SPBU, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian untuk mencari solusi agar antrean kendaraan tidak lagi memadati badan jalan dan membahayakan masyarakat sekitar.
