
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai mempercepat pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi dengan menggandeng Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu, 3 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Menteri Transmigrasi di Jakarta. Salah satu agenda utama yang dibahas ialah dorongan agar kawasan transmigrasi di Parigi Moutong dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam pertemuan itu, Dr. Andy Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah pusat kini membawa pendekatan baru melalui konsep “Transmigrasi Reborn”, yang tidak lagi hanya berfokus pada perpindahan penduduk, tetapi juga pembangunan pusat-pusat ekonomi baru di daerah transmigrasi.
“Orientasi kami sekarang adalah bagaimana kawasan transmigrasi mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” kata Andy.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah program strategis yang disiapkan pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Parigi Moutong.
Program tersebut meliputi penyelesaian legalitas lahan transmigrasi melalui program Trans Tuntas, pengembangan kawasan berbasis kolaborasi lintas pihak dalam program Trans Gotong Royong, hingga pendampingan sumber daya manusia melalui program Trans Patriot.
Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan melalui program Trans Karya Nusa. Komoditas seperti durian, kakao, dan kelapa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga menjangkau pasar ekspor.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam melengkapi berbagai data teknis sebagai syarat pengusulan PSN.
“Harapan kami, program ini benar-benar memberi dampak bagi masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” ujar Erwin.
Di sela kunjungan kerja itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare. Bantuan diberikan secara simbolis kepada 16 kelompok tani dari sejumlah kecamatan di Parigi Moutong.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan perkebunan rakyat yang didukung Kementerian Pertanian.
Menurut Dadan, penerima manfaat tersebar di Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.
Setiap hektare lahan mendapatkan bantuan berupa 110 bibit kelapa dalam unggul, pupuk organik granula, serta biaya penanaman yang disalurkan langsung kepada kelompok tani penerima.
“Tahun ini Parigi Moutong memperoleh alokasi pengembangan seluas 500 hektare. Tahap pertama 300 hektare sudah berjalan, sementara tahap kedua seluas 200 hektare direncanakan direalisasikan pada semester kedua 2026,” jelas Dadan.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas kementerian ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai daerah pengembangan komoditas unggulan di Sulawesi Tengah.
