
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kondisi Lapangan Futsal Toraranga Parigi menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong. Revitalisasi fasilitas tersebut didorong untuk mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan kegiatan olahraga di daerah.
Ketua KONI Parigi Moutong sekaligus anggota DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja, mengatakan perbaikan atap menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
Menurut Faisan, kondisi atap perlu dibenahi agar aktivitas olahraga di dalam lapangan tidak terganggu, terutama saat hujan.
“Poin paling utama adalah perbaikan atap. Sekaligus mungkin ditambah sayapnya supaya tidak ada rembesan air yang masuk ke dalam,” ujar Faisan saat diwawancarai awak media, Jumat (28/8/2026).
Faisan mengatakan rencana revitalisasi Lapangan Futsal Toraranga Parigi sebelumnya telah disampaikan dalam kegiatan olahraga yang pernah digelar di lokasi tersebut. Ia berharap rencana itu dapat direalisasikan melalui penganggaran pemerintah daerah.
Selain atap, kondisi matras atau permukaan lapangan juga akan diperiksa untuk menentukan kebutuhan revitalisasi.
“Matrasnya nanti dilihat kondisi. Karena itu kan masih dari 2018. Kalau mau diperbaiki, bisa satu kali dari situ. Tinggal dihitung kembali berapa anggarannya,” katanya.
Faisan memperkirakan kebutuhan anggaran revitalisasi berada di kisaran Rp400 juta. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan perlu dihitung kembali berdasarkan kebutuhan teknis serta kondisi fasilitas di lapangan.
Ia berharap revitalisasi Lapangan Futsal Toraranga Parigi dapat masuk dalam perencanaan anggaran 2027, mengingat pemerintah daerah secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga.
“Insya Allah mudah-mudahan dengan kondisi KONI yang ada kita bisa fasilitasi,” ujarnya.
Selain pembenahan sarana olahraga, Faisan juga meminta pemerintah daerah meningkatkan dukungan terhadap pembinaan atlet.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga perlu berjalan beriringan dengan pembinaan atlet agar sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Faisan juga menyoroti masih terbatasnya kegiatan olahraga dalam sejumlah momentum besar daerah. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang bagi atlet untuk tetap aktif sekaligus mendukung proses pembinaan secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah diminta dukungan untuk pembinaan atlet, mulai 2027, supaya semua atlet ini bergerak,” katanya.
Faisan mengatakan KONI pada prinsipnya siap menjalankan pembinaan atlet. Namun, dukungan pemerintah daerah berupa fasilitas dan anggaran dinilai diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
