
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melanjutkan penyelidikan dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke SPBU Sausu, Jumat (23/10) malam. Langkah ini dilakukan di tengah keluhan masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi khususnya jenis Solar.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Parigi Moutong menyelidiki dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU Parigi, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi. Dalam penyelidikan pada Kamis (22/10/2026) malam, polisi mengamankan dua pengemudi dan dua kendaraan yang mengangkut total 3.072 liter BBM, terdiri atas 2.560 liter solar dan 512 liter Pertalite.
Di SPBU Sausu, polisi memeriksa dokumen operasional dan rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri aktivitas penyaluran BBM bersubsidi.
Kepala Satreskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, mengatakan langkah kepolisian itu merupakan tindak lanjut atas laporan dan keluhan masyarakat.
“Langkah ini kita lakukan karena banyaknya laporan dan keluhan warga yang masuk ke kita,” kata Anugerah kepada sejumlah media.
Ia mengatakan kepolisian berkomitmen menindak dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.
“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan BBM subsidi maupun berbagai bentuk penyelewengan lainnya yang merugikan masyarakat luas,” ujarnya.
Keluhan mengenai sulitnya memperoleh solar juga disampaikan Ruslan (42), sopir truk ekspedisi lintas Sulawesi. Ia mengaku kerap tidak kebagian solar saat mengantre di SPBU.
“Kami ini sopir logistik sering sekali tidak kebagian solar karena antrean sudah dipenuhi mobil-mobil yang diduga melangsir,” kata Ruslan.
Ia berharap pemeriksaan CCTV di SPBU Sausu dapat membantu polisi menelusuri dugaan pengisian BBM berulang kali menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres yang mau memeriksa CCTV di SPBU Sausu ini, supaya kelihatan semua siapa saja yang sering bolak-balik mengisi tangki rakitan,” ujarnya.
Pemeriksaan dokumen dan rekaman CCTV di SPBU Sausu diharapkan dapat membantu mengungkap apakah terdapat pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi. Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum diketahui sehingga belum dapat disimpulkan adanya penyimpangan oleh pengelola SPBU maupun pihak lain.
Penelusuran ini menjadi penting di tengah keluhan warga yang kesulitan mendapatkan solar. Hasil penyelidikan kepolisian diperlukan untuk memastikan apakah distribusi BBM telah berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Publik kini menanti hasil pemeriksaan di kedua SPBU tersebut, termasuk tindak lanjut hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran.
