
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong mulai menyusun arah pengelolaan sampah jangka panjang melalui Seminar Pendahuluan Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RIPS) Tahun 2026–2046 yang digelar di Aula Hotel Anutapura Parigi, Kamis pagi (7/5).
Kegiatan tersebut melibatkan tenaga ahli, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, di antaranya Bappelitbangda, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perumahan serta Permukiman.
Penyusunan dokumen RIPS dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjawab persoalan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.
Melalui dokumen tersebut, pemerintah daerah ingin menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan hingga 20 tahun ke depan.
Dalam seminar itu, pengelolaan sampah tidak hanya dibahas dari sisi kebersihan lingkungan, tetapi juga potensi nilai ekonominya bagi masyarakat.
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Parigi Moutong, Samsudin, S.Sos., mengatakan sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di beberapa daerah turut menjadi pembahasan bersama tenaga ahli.
“Tadi sudah ada beberapa saran dari tenaga ahli, yang sudah dilakukan dan berhasil yaitu mengubah sampah menjadi bahan bakar,” ujar Samsudin.
Ia menyebut, di Kecamatan Mepanga tepatnya Desa Ogomolos, terdapat kelompok masyarakat yang telah mengelola sampah menjadi bahan bakar jenis solar.
“Ada kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan sampah itu, tepatnya di Kecamatan Mepanga, Desa Ogomolos, yang sudah mengubah sampah menjadi bahan bakar (solar),” katanya.
Selain itu, DLH Parigi Moutong juga terus mendorong pengembangan program bank sampah di tingkat desa.
“Untuk saat ini inovasi-inovasi yang sudah dilakukan adalah bank sampah,” lanjutnya.
Menurut Samsudin, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati Parigi Moutong melalui konsep Gerbang Desa atau membangun dari desa.
“Harapan kami ke depan, di setiap desa ada bank sampah. Dengan bank sampah ini, sampah bisa menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat,” tambahnya.
Melalui penyusunan RIPS 2026–2046, DLH Parigi Moutong berharap pengelolaan sampah ke depan tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, melainkan dapat menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
