
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Sebanyak 16.108 keluarga di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tercatat belum memiliki jamban layak. Kondisi tersebut menjadi salah satu sasaran intervensi dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Data tersebut disampaikan Kartikowati, S.KM., M.M., selaku Ketua Tim Pengendali GENTING sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, dalam kegiatan Sosialisasi GENTING tingkat Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong.
Selain persoalan jamban, Kartikowati menyebut terdapat 5.478 keluarga yang belum memiliki sumber air minum layak. Data itu merupakan hasil pendataan dan pemetaan sasaran GENTING di 23 kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.
Secara keseluruhan, terdapat 77.013 sasaran keluarga berisiko stunting (KRS) yang terdata di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Kartikowati, intervensi GENTING tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mencakup aspek nonnutrisi yang berhubungan dengan kondisi lingkungan dan kualitas hidup keluarga.
Intervensi nutrisi antara lain didukung melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan sasaran ibu hamil, bayi di bawah dua tahun, dan balita.
Sementara intervensi nonnutrisi diarahkan pada pembangunan jamban dan penyediaan sumber air minum layak berdasarkan data Pendataan Keluarga (PK) 2025.
“Intervensi GENTING juga mencakup pembangunan jamban dan air minum layak, serta edukasi dan pendampingan keluarga oleh kader,” demikian poin yang disampaikan Kartikowati dalam laporan Tim Pengendali GENTING.
Kartikowati mengatakan pelaksanaan GENTING membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, menurut dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat.
Tim Pengendali GENTING selanjutnya akan memperkuat koordinasi, melakukan pemutakhiran dan validasi data, serta memantau pelaksanaan intervensi terhadap keluarga sasaran.
Pemerintah kecamatan dan desa juga didorong melakukan pemantauan terhadap sasaran dan mengoptimalkan bentuk intervensi sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
Keterlibatan dunia usaha, organisasi masyarakat dan mitra pembangunan juga menjadi bagian dari upaya yang akan didorong dalam pelaksanaan program tersebut.
Kartikowati mengatakan kebutuhan pembangunan jamban layak menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki, jumlah keluarga yang belum memiliki jamban layak masih mencapai lebih dari 16 ribu.
Ia berharap pelaksanaan GENTING tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama untuk membantu keluarga yang membutuhkan.
“GENTING bukan hanya berbicara tentang stunting, tetapi bagaimana kita hadir dan membantu keluarga yang membutuhkan,” kata Kartikowati.
Ia juga mengajak pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan mitra pembangunan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, termasuk dalam membantu penyediaan jamban layak bagi keluarga sasaran.
“Satu jamban yang kita bantu bangunkan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi satu keluarga, itu dapat menjadi bagian penting dari upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Tim Pengendali GENTING juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta melaporkan perkembangan pelaksanaan program kepada pimpinan daerah sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan.
Kegiatan Sosialisasi GENTING tingkat Kabupaten Parigi Moutong tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memastikan intervensi terhadap keluarga sasaran dilakukan secara tepat, terpadu dan berkelanjutan.
