
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kebiasaan menyimpan uang hasil usaha atau pertanian di rumah menjadi salah satu hal yang ingin diubah melalui edukasi investasi emas di Kabupaten Parigi Moutong.
PT Pegadaian Area Palu bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai membahas program “ASN Emas”, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal memperkenalkan kebiasaan investasi kepada aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.
Hal tersebut dibahas dalam audiensi PT Pegadaian Area Palu bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang disambut langsung Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Ruang Rapat Bupati, Senin (7/9/2026).
Bupati Erwin Burase menyatakan mendukung rencana tersebut. Namun, ia menekankan agar pelaksanaannya terlebih dahulu disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
“Saya setuju ini, nanti dibuatkan saja MoU-nya. Untuk ASN utama jadi yang investasi emas atau tabungan emas,” kata Erwin.
Menurutnya, Pemkab Parigi Moutong akan mempelajari lebih lanjut ketentuan serta poin-poin kerja sama melalui bagian hukum pemerintah daerah.
“Nanti dipelajari aturan-aturannya, kan nanti bagian hukum kita terutama poin-poinnya,” ujarnya.
Erwin mengatakan, pemerintah daerah terbuka terhadap program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sepanjang itu berguna untuk masyarakat kita, diinginkan masyarakat kita, saya kira tidak masalah,” katanya.
Vice President PT Pegadaian Area Palu Putra Aspin Rahmatullah mengatakan, edukasi investasi menjadi bagian penting dari upaya Pegadaian memperluas layanan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Parigi Moutong menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan. Selain memiliki potensi sumber daya emas, menurut Putra, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa sebagian pendapatan dapat dikelola untuk kebutuhan jangka panjang.
Ia menyebut, berdasarkan penelusuran Pegadaian, masih terdapat masyarakat yang menyimpan uang tunai hasil pertanian maupun perdagangan di rumah.
Karena itu, edukasi yang diberikan tidak diarahkan untuk mendorong masyarakat berinvestasi dalam jumlah besar, melainkan dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
“Yang kami mau edukasi adalah supaya masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong mulai melek investasi. Masyarakat bisa mulai berani berinvestasi, misalnya satu sampai dua gram emas per tahun,” ujar Putra.
Menurut Putra, emas menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan masyarakat karena relatif mudah dicairkan ketika membutuhkan dana. Hal itu berbeda dengan aset seperti tanah yang membutuhkan proses lebih panjang untuk dijual.
“Kalau tanah, likuiditasnya agak susah. Ketika kita butuh dan mau langsung jual, belum tentu cepat. Tetapi kalau emas, mau di mana pun dan siapa pun bisa menerima. Toko emas, individu, maupun Pegadaian bisa,” jelasnya.
Program ASN Emas direncanakan dimulai dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sebagai pilot project.
Putra mengatakan, ASN dipilih karena mereka dinilai dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun kebiasaan investasi.
“Pilot project-nya di pemerintah kabupaten dulu. Karena mereka yang menjadi role model bagi masyarakat. Jadi kemarin kita canangkan juga ASN Emas, dimulai dari para ASN,” katanya.
Jika kerja sama tersebut terealisasi, Pegadaian akan memberikan literasi kepada ASN secara bertahap. Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai investasi emas, tetapi juga membantu ASN mengenali cara mengelola pendapatan secara lebih terencana.

Rencana kerja sama tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Putra memperkirakan proses penyusunannya dapat dilakukan sekitar satu hingga dua pekan setelah pembahasan bersama tim hukum pemerintah daerah.
Kerja sama yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan layanan dan investasi emas. Pegadaian juga membuka peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Putra mengatakan, program sosial tersebut dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk bidang pendidikan serta sarana dan prasarana.
Ia mencontohkan program yang telah dilakukan Pegadaian di daerah lain, seperti bantuan pendidikan dalam bentuk tabungan emas bagi pelajar serta dukungan terhadap fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan fasilitas publik.
Putra berharap pola kerja sama tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas Kabupaten Parigi Moutong.
“Kalau bisa kita terapkan juga di Parigi Moutong, tentunya akan lebih bagus,” pungkasnya.
