
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kecamatan Ampibabo kembali menunjukkan tradisinya sebagai salah satu pusat pembinaan atletik di Kabupaten Parigi Moutong. Dua atlet muda binaan sekolah dasar di wilayah tersebut berhasil menjadi yang tercepat pada cabang kids atletik dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD tahun 2026.
Ajang O2SN tingkat SD yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) itu menjadi panggung bagi atlet muda Ampibabo untuk unjuk kemampuan. Dua nama yang mencuri perhatian yakni Abizar, siswa SD Inpres 2 Paranggi, dan Safwatul Inaya, siswi SDN Inti Pembina Ampibabo.
Keduanya tampil impresif dan kini dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Parigi Moutong pada tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Pelatih PASI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, S.Pd, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atletik usia dini di Ampibabo masih berjalan konsisten.
“Alhamdulillah, atlet-atlet muda Ampibabo kembali menunjukkan kualitasnya. Target kami tentu bisa meraih prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan mengulang capaian nasional seperti tahun 2024,” ujarnya.
Menurut Supardin, prestasi para atlet muda tidak diraih secara instan. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari proses latihan yang disiplin serta dukungan para pelatih dan guru olahraga di sekolah.
Salah satu tokoh yang dinilai berperan besar dalam pembinaan atletik di Ampibabo adalah Saparudin, S.Pd, Sekretaris PASI Parigi Moutong yang juga guru olahraga SDN Pembina Ampibabo.
Saparudin diketahui merupakan mantan atlet jalan cepat Sulawesi Tengah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 1991 di Surabaya. Pengalaman itu kini ia dedikasikan untuk membina atlet usia dini di daerahnya.
“Pak Saparudin memiliki dedikasi besar dalam membina atlet muda. Beliau ingin Ampibabo kembali menjadi salah satu kekuatan atletik di Sulawesi Tengah,” kata Supardin.
Ia menjelaskan, kultur olahraga di Ampibabo telah terbentuk sejak lama. Stadion Mini Ampibabo bahkan dikenal sebagai tempat lahirnya sejumlah atlet berprestasi hingga tingkat nasional.
Salah satu atlet yang menjadi inspirasi generasi muda yakni Noval Kurniawan, peraih medali emas cabang lompat jauh pada PON Riau 2012.
Supardin berharap keberhasilan atlet muda Ampibabo di O2SN 2026 dapat memotivasi sekolah dan kecamatan lain di Parigi Moutong untuk memperkuat pembinaan olahraga usia dini.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi olahraga sangat penting untuk mencetak atlet berprestasi secara berkelanjutan.
“Kalau pembinaan olahraga di sekolah kembali diperkuat, saya yakin Parigi Moutong akan terus melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” pungkasnya.
