
reelsparimo.com, Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di lima desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan serta mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama. Turut hadir Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam XIII/Merdeka, Danlanal Palu, perwakilan BNPB RI, Bupati Sigi, Wakil Bupati Sigi, kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, serta relawan kebencanaan.
Selain meninjau kondisi di lapangan, rombongan menggelar rapat bersama para kepala desa untuk mendengarkan kebutuhan mendesak warga yang terdampak gempa.
Gubernur Anwar Hafid mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, masyarakat masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” ujar Gubernur.
Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan bantuan darurat yang akan segera disalurkan kepada warga.
“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan 550 unit tenda terpal sebagai langkah antisipasi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Selain itu, bantuan berupa selimut dan tenda portabel juga akan didistribusikan.
Pemerintah juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 550 kepala keluarga terdampak gempa pada tempat tinggal mereka.
Gubernur mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak panik dan tetap mengikuti arahan pemerintah maupun petugas kebencanaan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, menegaskan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan yang akurat kepada masyarakat.
“Kehadiran pemerintah di lokasi terdampak merupakan bentuk komitmen untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Kami juga terus mengoptimalkan penyebarluasan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap memperoleh perkembangan situasi secara akurat dan terpercaya,” ujar Wahyu Agus Pratama.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, dan berbagai unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan baik.
Sumber: PPID Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah.
