
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kritik warga terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, muncul beberapa hari sebelum rumah sakit tersebut menghadirkan dokter spesialis anak.
Kritik itu disampaikan Marzuki S Pagoca melalui video yang diunggah di Facebook pada Rabu (30/9). Dalam video yang direkam di halaman RSUD Buluye Napoae Moutong, Marzuki meminta pemerintah daerah memperhatikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, terutama ketersediaan dokter spesialis anak.
“Pa Bupati, Pa Kadis Kesehatan, urus ini Moutong ini, rumah sakit Buluye Napoae Moutong ini, tolong diurus,” kata Marzuki dalam video tersebut.
Ia mempertanyakan pelayanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah Moutong Raya jika membutuhkan penanganan dokter spesialis anak.
“Bagaimana kalau anak-anak Moutong Raya, Moutong ini kalau mengalami sakit tiada dokter spesialis anak,” ujarnya.
Marzuki juga menyebut dokter spesialis anak yang sebelumnya bertugas di RSUD Buluye Napoae Moutong telah berhenti. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan dugaan perlakuan yang kurang adil di lingkungan rumah sakit.
Pernyataan mengenai alasan dokter tersebut berhenti belum terverifikasi dan belum mendapat konfirmasi dari pihak terkait.
Video itu kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Dalam waktu kurang dari 24 jam, video tersebut disebut telah ditonton hampir 100 ribu kali.
Beberapa hari setelah kritik tersebut disampaikan, RSUD Buluye Napoae Moutong mengumumkan kedatangan dokter spesialis anak yang baru.
Dokter spesialis anak tersebut tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Jumat (2/10/2026), dan disambut Direktur RSUD Buluye Napoae Moutong, Kurniati, SKM., M.K.M.
Kurniati mengatakan dokter tersebut dijadwalkan mulai memberikan pelayanan pada Sabtu (3/10/2026).
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar gembira bagi seluruh masyarakat Moutong dan sekitarnya. Dokter spesialis anak telah tiba dan langsung bergerak menuju RSUD Buluye Napoae Moutong untuk bersiap memulai pelayanan,” kata Kurniati.
Menurut manajemen rumah sakit, layanan dokter spesialis anak akan tersedia setiap Senin hingga Sabtu.
Manajemen RSUD Buluye Napoae Moutong juga mengimbau puskesmas di wilayah sekitar, termasuk Puskesmas Moutong, Taopa, Lambunu I, dan Lambunu II, untuk merujuk pasien anak yang membutuhkan penanganan spesialistik sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan yang berlaku.
Dengan kedatangan dokter tersebut, persoalan ketersediaan dokter spesialis anak yang menjadi sorotan warga kini mendapat respons berupa penambahan tenaga medis di RSUD Buluye Napoae Moutong.
Adapun dugaan mengenai alasan dokter spesialis sebelumnya berhenti bekerja masih memerlukan penjelasan dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.
