
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Abdul Sahid mengaku melihat langsung aktivitas pengambilan bahan bakar minyak atau BBM yang dilakukan dengan cara disedot di pinggir jalan.
“Saya lihat sendiri itu dilakukan. Dia ambil di Pertamina, dia sedot di pinggir jalan,” kata Abdul Sahid dalam rapat Satuan Tugas Penertiban BBM di Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa, 6 Oktober 2026.
Abdul Sahid meminta Satgas Penertiban BBM tidak berhenti pada pembentukan tim dan rapat koordinasi. Menurut dia, kesepakatan yang telah dibuat harus diterjemahkan menjadi pengawasan di lapangan.
“Kuncinya bagaimana caranya merealisasikan apa yang menjadi kesepakatan. Tidak ada gunanya kita bentuk tim ini kalau tidak bekerja,” ujarnya.
Ia meminta satgas memiliki batas waktu kerja dan melakukan evaluasi secara berkala. Setiap kegiatan penertiban juga diminta dibuatkan laporan.
Sorotan Abdul Sahid muncul di tengah persoalan antrean kendaraan pengisi solar yang masih terlihat di sejumlah titik. Berdasarkan pantauan tim media reelsparimo, antrean truk di SPBU Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah, mengular hingga badan jalan sampai saat ini, Rabu (7/10).
Antrean kendaraan tersebut membuat ruang lalu lintas menjadi lebih sempit bagi pengguna jalan lainnya. Kondisi itu juga telah berlangsung cukup lama berdasarkan pemantauan di lokasi.
Persoalan keselamatan lalu lintas di sekitar SPBU Kampal sebelumnya juga telah menjadi perhatian. Pada 14 September 2026, seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di sekitar lokasi dan dilaporkan mengalami patah tulang.
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan distribusi BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan atau mekanisme mendapatkan solar, tetapi juga menyentuh aspek ketertiban lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Abdul Sahid meminta penertiban dilakukan secara tegas namun tetap humanis. Ia mengatakan pemerintah memahami adanya masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas terkait BBM.
“Kita memaklumi persoalan isi perut, tapi jangan sampai merugikan atau menyusahkan masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta petugas tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.
“Saya juga menginginkan petugas melakukan tugas dengan cara yang baik, agar masyarakat juga merasa nyaman,” ujarnya.
Selain aktivitas di sekitar SPBU, Abdul Sahid meminta Satgas memperhatikan kendaraan pengangkut barang yang melintas antarprovinsi. Menurut dia, kendaraan tersebut memiliki kepentingan pekerjaan dan mengejar waktu sehingga penanganannya perlu dilakukan secara proporsional.
Dalam rapat itu, Tenaga Ahli Bidang Perikanan Efendi Batjo juga meminta setiap temuan di lapangan terlebih dahulu diidentifikasi sebelum dibawa ke ranah hukum.
“Lakukan identifikasi di lapangan sebelum mendorong temuan itu ke ranah hukum,” katanya.
Ketua Satgas BBM Ismet kemudian meminta seluruh organisasi perangkat daerah yang memiliki kewenangan menerbitkan barcode menyerahkan data penerbitan kepada Satgas BBM.
Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Parigi Moutong.
Bagi Satgas Penertiban BBM, persoalannya kini bukan sekadar membentuk tim. Pernyataan Wakil Bupati tentang aktivitas penyedotan BBM dan masih terlihatnya antrean kendaraan di badan jalan menjadi tantangan untuk membuktikan apakah pengawasan yang dijanjikan benar-benar berjalan di lapangan.
