
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, musibah kebakaran menimpa seorang warga lanjut usia di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong. Rumah milik Nenek Buguna dilaporkan ludes terbakar pada Rabu, 18 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WITA.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Nenek Buguna sedang menginap di rumah keluarganya. Ia baru mengetahui rumahnya terbakar saat kembali ke lokasi pada pagi hari.
Nenek Buguna yang kini berusia 84 tahun diketahui tinggal seorang diri di sebuah pondok yang berada di area kebun di pinggir aliran sungai kecil, dengan jarak kurang lebih 800 meter dari permukiman warga.
Sehari-hari, ia bekerja mengumpulkan kelapa yang jatuh untuk diolah menjadi kopra, sementara tempurung kelapa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ia juga merupakan penerima bantuan BLT setiap tahun.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WITA, Nenek Buguna meninggalkan rumahnya untuk berbuka puasa sekaligus bermalam di rumah adiknya, Bapak Sumpi, yang juga berada di Desa Karya Mandiri.
Pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WITA, ia kembali ke rumahnya dengan tujuan untuk membersihkan rumah. Namun setibanya di lokasi, ia mendapati rumahnya sudah dalam kondisi hangus terbakar dan rata dengan tanah.
Menurut keterangan korban, sebelum meninggalkan rumah tidak ada api yang menyala maupun lampu yang lupa dimatikan. Karena itu, dugaan sementara kebakaran bukan berasal dari aktivitas di dalam rumah. Warga menduga kebakaran kemungkinan disebabkan oleh orang yang tidak dikenal, meski motifnya belum diketahui.
Akibat kejadian tersebut, seluruh harta benda di dalam rumah ikut terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Saat ini Nenek Buguna hanya memiliki pakaian yang melekat di badan dan sementara tinggal bersama adik kandungnya di Desa Karya Mandiri.
Sekretaris Desa Karya Mandiri, Bustamin, mengatakan pemerintah desa telah memberikan bantuan sementara berupa pakaian dan bahan pangan kepada korban.
“Bantuan dari pemerintah desa sementara baru berupa pakaian dan bahan pangan. Untuk pembangunan rumah, saat ini kami bersama komunitas sosial membuka donasi untuk membantu pembangunan kembali rumah Nenek Buguna,” ujar Bustamin.
Bustamin yang juga merupakan anggota dari Griyo Asih (Komunitas Sosial, Kemanusiaan, dan Bencana) menjelaskan bahwa sejak peristiwa kebakaran terjadi, pihaknya bersama komunitas membuka penggalangan dana untuk membantu korban.
Sementara itu, Ketua sementara Griyo Asih, Lamidi, menyampaikan bahwa open donasi telah dibuka sejak 18 Maret 2026 dan hingga saat ini dana yang terkumpul sementara sebesar Rp2.050.000 dan masih terus berjalan.
Lamidi menjelaskan bahwa sekretariat Griyo Asih berada di Desa Tinombala, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong. Penutupan donasi nantinya akan dilakukan melalui rapat musyawarah setelah dana yang terkumpul dianggap cukup atau donasi sudah tidak berjalan, kemudian akan ditentukan jadwal penyaluran bantuan.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan, donasi dapat dikirim melalui rekening berikut:
• BRI 780801013923531 An. Suhardi
• BRI 1076 0101 0849 507 An. Untung Imam Sanyoto
Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pembangunan kembali rumah korban.
Peristiwa ini menjadi musibah yang terjadi di saat masyarakat tengah bersiap menyambut Idul Fitri. Diharapkan melalui kepedulian dan gotong royong masyarakat, rumah Nenek Buguna dapat kembali dibangun sehingga ia dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.