
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Duka menyelimuti warga Bantaya, Parigi. Seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Teluk Tomini akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa ini bermula pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Sahril Amat (61), warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, berangkat melaut seperti biasa. Lokasi melautnya diperkirakan berjarak sekitar dua jam dari daratan.
Namun, hingga Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WITA, Sahril tak kunjung kembali. Upaya menghubungi korban pun tidak membuahkan hasil. Kecemasan keluarga pun berubah menjadi laporan resmi setelah waktu terus berlalu tanpa kabar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban memiliki riwayat penyakit rematik, yang diduga dapat memengaruhi kondisi fisiknya saat berada di tengah laut.
Laporan diterima BPBD Parigi Moutong pada Sabtu pagi, 18 April 2026, pukul 08.20 WITA. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Parigi, BPBD, kepolisian, PSC Dinas Kesehatan, dan masyarakat langsung bergerak melakukan pencarian.
Setelah upaya pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan. Namun, ia sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa laut tidak hanya sumber penghidupan, tetapi juga menyimpan risiko. Nelayan diimbau untuk memastikan kondisi kesehatan, membawa alat keselamatan, serta menjaga komunikasi sebelum melaut.
Kewaspadaan dan respon cepat dari keluarga juga menjadi kunci penting agar proses pencarian dapat segera dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.