
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Pegunungan Sanjubi, Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari (26/3/2026).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong, A. Salim Sialea, mengatakan api berhasil dipadamkan setelah petugas bersama warga berjibaku melakukan pemadaman di lokasi dengan menggunakan tangki semprot dan peralatan seadanya.
“Sekitar pukul setengah dua dini hari api sudah berhasil dipadamkan. Petugas kembali dari lokasi sekitar pukul tiga pagi,” ujar Salim saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Kamis pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas sejumlah pengunjung di kawasan puncak Sanjubi yang diketahui merupakan salah satu lokasi wisata alam.
Menurut keterangan warga, pada Rabu malam (25/3), terdapat beberapa orang yang naik ke kawasan pegunungan untuk menikmati pemandangan disore hari. Setibanya di puncak, terlihat pula sejumlah anak-anak yang diperkirakan masih berusia sekolah dasar hingga menengah pertama membakar rumput kering.
“Ada yang sempat menegur, tapi mungkin karena masih anak-anak, mereka tidak menyangka api bisa membesar seperti itu. Dari situlah diduga awal mula kebakaran,” jelasnya.
Meski akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau kendaraan, petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat tetap melakukan upaya pemadaman secara gotong royong hingga api berhasil dikendalikan.
Salim mengungkapkan, keterbatasan sarana pendukung menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman, khususnya jumlah tangki air yang tersedia.
“Saat ini tangki air yang standby di kantor hanya delapan unit. Dengan jumlah itu, tentu kurang maksimal jika harus menangani kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya berencana mengusulkan penambahan jumlah tangki air hingga 30 unit guna menunjang efektivitas penanganan kebakaran di wilayah dengan akses terbatas.
Selain itu, pihak pemadam kebakaran juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di Pegunungan Sanjubi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang berwisata di puncak Sanjubi agar tidak membawa korek api atau benda yang dapat memicu kebakaran, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan rawan kebakaran.