
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama masyarakat melalui Aksi 100 Menit Pungut Sampah, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Aliansi Gerakan Solidaritas Parigi Moutong Bersih bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Parigi dan sekitarnya.
Aksi diawali dengan apel bersama di Alun-Alun Kantor Bupati Parigi Moutong. Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid hadir dan mengawal langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam apel, Wakil Bupati H. Abdul Sahid membacakan sambutan Bupati H. Erwin Burase yang menekankan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai melalui berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
“Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita harus diisi dengan tatanan kehidupan yang harmonis, sehat dan bermartabat. Lingkungan yang bersih, asri dan bebas dari sampah adalah salah satu bentuk kemerdekaan sejati yang berhak dinikmati oleh seluruh warga Kabupaten Parigi Moutong,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati.
Menurut Bupati, Aksi 100 Menit Pungut Sampah diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Durasi 100 menit disebut bukan sekadar hitungan waktu, tetapi menjadi simbol komitmen, kebersamaan dan semangat gotong royong.
Bupati juga mengapresiasi lima pilar utama yang diusung dalam gerakan tersebut, yakni memperkuat jiwa nasionalisme melalui aksi lingkungan, menerapkan budaya pengelolaan sampah terpadu, membangun sinergi dan kolaborasi lintas sektor, menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan sehat, serta mendorong edukasi dan perubahan perilaku secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan penerapan konsep “Ambil, Pilah, Angkut dan Olah” dalam pengelolaan sampah.
Ambil berarti menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk segera memungut sampah di lingkungan sekitar. Pilah berarti membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya, baik sampah organik, anorganik maupun sampah yang masih memiliki potensi untuk didaur ulang.
Sementara itu, angkut memastikan sampah dikumpulkan dan diangkut secara tertib. Adapun olah merupakan upaya mengubah cara pandang terhadap sampah melalui pengelolaan yang dapat memberikan nilai guna maupun nilai ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjut Bupati, berkomitmen memperkuat tata kelola sampah mulai dari lingkungan rumah tangga hingga perkantoran. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pemilahan sampah dari sumber serta gerakan pembuatan lubang biopori di lingkungan perkantoran dan masyarakat.
Aksi kebersihan tersebut tidak hanya dipusatkan di kawasan ibu kota Parigi, tetapi dilaksanakan secara serentak di Kecamatan Parigi, Parigi Barat, Parigi Tengah, Parigi Utara dan Parigi Selatan.
Bupati meminta para camat, kepala desa dan lurah memimpin langsung aksi kebersihan di wilayah masing-masing dengan melibatkan perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta berbagai unsur masyarakat.
“Mari kita jaga kebersihan jalan-jalan protokol, kawasan pesisir pantai, ruang terbuka hijau hingga pelosok lingkungan permukiman warga,” pesan Bupati.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya sampah plastik, serta meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Jadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari masyarakat Parigi Moutong,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan panitia yang disampaikan Nur Faisal, kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi, di antaranya jajaran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, camat, kepala desa, lurah dan perangkat desa, BPD, pondok pesantren, Pramuka, organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna, Tagana, komunitas guru dan peserta didik, pecinta alam, TNI-Polri, ASN, tenaga honorer, mahasiswa, pelajar, pelaku seni, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta insan media.
Para peserta kemudian diarahkan ke sejumlah rute yang telah ditentukan untuk melakukan pemungutan sampah, terutama sampah anorganik seperti plastik, kertas dan botol.
Setelah berlangsung selama 100 menit, peserta kembali berkumpul di kawasan Alun-Alun Kantor Bupati untuk melakukan penimbangan sampah yang berhasil dikumpulkan serta dokumentasi bersama.
Mengakhiri sambutannya, Bupati H. Erwin Burase mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan lingkungan yang bersih adalah hak setiap warga. Melalui 100 menit pungut sampah, kita buktikan bahwa kecintaan kepada NKRI di Kabupaten Parigi Moutong diwujudkan dengan aksi nyata: ambil, pilah, angkut dan olah.”
Aksi 100 Menit Pungut Sampah menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Parigi Moutong yang bersih, sehat, asri dan berkelanjutan.
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong
