
reelsparimo.com, Parig Moutong – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana terus diperkuat. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Parigi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong serta Tim Satuan Pemadam Kebakaran Parigi Moutong menggelar sosialisasi dan simulasi kebencanaan, Selasa (28/4).
Kegiatan yang dipusatkan di kantor BRI Cabang Parigi ini diikuti oleh seluruh insan BRILian sebagai bagian dari edukasi dan pelatihan menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi. Selain mendapatkan materi, peserta juga terlibat langsung dalam simulasi penanganan kondisi darurat.
Pimpinan Cabang BRI Parigi, I Dewa Ketut Yudyadana Ajilaksana, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh peserta tentang cara menghadapi bencana gempa bumi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk melindungi diri saat bencana terjadi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman dasar terkait langkah-langkah penyelamatan diri, mulai dari evakuasi, perlindungan saat gempa, hingga koordinasi dalam kondisi darurat.
Sementara itu, salah satu insan BRILian Cabang Parigi, Ical, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari manajemen perlindungan usaha yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memahami risiko serta navigasi bencana. Dengan adanya simulasi ini, kami berharap seluruh insan BRILian dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh apabila sewaktu-waktu terjadi musibah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah potensi bencana yang tidak dapat diprediksi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif serta kesiapsiagaan yang lebih baik, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara instansi pemerintah dan sektor perbankan dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.