
relsparimo.com, Parigi Moutong – Kepala SMP Negeri Satu Atap Negeri 1 Parigi Tengah, Fatmawati MK, S.Pd., mengapresiasi langkah Polres Parigi Moutong yang memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan bullying kepada para siswa di sekolah yang dipimpinnya.
Apresiasi tersebut disampaikan Fatmawati usai mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) dan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Parigi Moutong di SMP Negeri Satu Atap Negeri 1 Parigi Tengah, Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fatmawati, kehadiran personel Polres Parigi Moutong merupakan bentuk respons cepat atas permohonan pihak sekolah untuk memberikan pembekalan kepada para siswa terkait bahaya narkoba dan bullying.
“Sy sangat mengapresiasi luar biasa karena undangan kami kemarein ini kepada Polres Parigi Moutong itu ditanggapi dengan baik,” ujarnya.
Ia mengaku semula hanya mengajukan permohonan agar satu narasumber hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, Polres Parigi Moutong justru menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi.
“Yang tadinya kami hanya minta satu narasumber ternyata diberika 3 narasumber,” katanya.
Fatmawati berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga para pelajar semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkoba maupun dampak negatif tindakan bullying.
“Semoga kedepannya legiatan ini berlangsung lag,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fatmawati mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menjadi salah satu alasan pihak sekolah mengundang Polres Parigi Moutong untuk memberikan penyuluhan.
Ia menilai, sebagai tenaga pendidik, pihak sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Terus terang dilingkungan anak-anak kami ini banyak sekali terjadi yang namanya penggunaan narkoba yang membuat kami sebagai pengajar disekolah ini menjadi takut.”
“Jangan sampai anak-anak kami ini sampai terjerumus penggunaan narkoba.”
Menurutnya, melalui kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi tersebut, para siswa diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup sehingga mampu menolak ajakan menggunakan narkoba maupun terlibat dalam peredarannya.
“Dengan kegiatan bimtek ini dan sosialisasi ini mudah-mudahan membuat anak-anak kami semakin cerdas untuk menanggapi untuk tidak menggunakan atau menjadi perantara dalam penggunaan narkoba.”
Di akhir wawancaranya, Fatmawati menyampaikan pesan singkat kepada seluruh peserta didik agar terus fokus mengejar pendidikan dan menjauhi narkoba.
“Satu kalimat terakhir dari saya, ‘Narkoba No, Belajar Yes’,” pungkasnya.
