
reelsparimo.com, Parigi Moutong – pembenahan tata kelola penghijauan di ibu kota Kabupaten Parigi Moutong mulai mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Hal ini menyusul insiden pohon tumbang yang menyebabkan korban jiwa, sekaligus memicu dorongan untuk penanganan yang lebih terstruktur dan sesuai regulasi.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar pertemuan lintas sektor di Aula Kantor PUPRP, Kamis (16/4), guna merumuskan langkah penanganan yang konstruktif. Pertemuan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak PLN Parigi serta elemen masyarakat pemerhati daerah yang turut memberikan masukan.
Dalam forum tersebut, PLN menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan pohon berisiko, khususnya yang berada di sekitar jaringan listrik dan jalur lalu lintas.
Manajer PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Parigi, A. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa meskipun pendekatan yang digunakan berbeda, tujuan antara PLN dan pemerintah tetap sama, yakni memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah berbicara masyarakat, kami berbicara pelanggan. Namun tujuannya sama, menghadirkan rasa aman dan nyaman,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.
Ia menilai, insiden pohon tumbang harus menjadi momentum bersama untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Menurutnya, persoalan utama terletak pada banyaknya pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik, berada di jalur padat lalu lintas, serta sebagian dalam kondisi tua dan rawan tumbang.
Pihak PLN Parigi mencatat sebagian besar gangguan listrik disebabkan oleh pohon yang menyentuh atau berada dekat dengan jaringan. Kondisi ini tidak hanya berpotensi memicu pemadaman, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa terdapat kriteria tertentu dalam penanganan pohon oleh PLN. Jika terdapat jaringan listrik, khususnya kabel tiga fasa, yang berada dekat atau bersinggungan dengan pohon, maka menjadi kewenangan PLN untuk melakukan penebangan.
“Kalau ada kabel tiga di dekat pohon, tugasnya kami untuk sudah menebang. Namun jika posisi pohon berada jauh dari jaringan tersebut, kami tetap siap membantu dengan melakukan pengamanan tegangan listrik saat proses penebangan dilakukan oleh pihak terkait,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, PLN menyatakan kesiapan untuk turun langsung melakukan penanganan di lapangan, termasuk penebangan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Peralatan dan personel kami siap. Berapapun jumlah pohon yang perlu ditangani, kami siap membantu,” tegasnya.
Namun demikian, PLN juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait diperlukan, terutama dalam proses pembersihan ranting dan sisa pohon, serta pengaturan lalu lintas selama kegiatan penebangan berlangsung, khususnya di ruas jalan utama.
Dalam diskusi tersebut, para peserta forum, termasuk perwakilan masyarakat pemerhati daerah, menyepakati sejumlah poin rekomendasi strategis terkait penataan penghijauan dan mitigasi risiko pohon tumbang. Hasil pembahasan ini akan dirangkum dan disampaikan secara resmi kepada Bupati Parigi Moutong sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penataan penghijauan di wilayah perkotaan Parigi dapat berjalan lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.