
reelsparimo.com, Palu – Puluhan jurnalis berkumpul di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin malam, 14 September 2026. Mereka menyalakan lilin dan berdoa untuk lima pewarta yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten.
Sudah sepekan kabar tentang keberadaan mereka belum diketahui. Bersama lima jurnalis itu, tiga anak buah kapal (ABK) yang berada dalam satu kapal juga masih dalam pencarian.
Doa bersama yang digelar jurnalis Palu menjadi bentuk solidaritas kepada para pewarta dan keluarga yang masih menunggu kabar. Salah satu jurnalis yang hilang adalah Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Muhammad Rifki Hasan, mengatakan belum ada informasi terbaru mengenai keberadaan lima jurnalis tersebut.
“Sejauh ini untuk satu minggu berlalu, update terbaru dari teman-teman PFI Pusat belum ada informasi terkini soal hilangnya kawan kita yang melakukan peliputan di GAK,” kata Rifki.
Menurut Rifki, PFI Pusat meminta proses pencarian tetap dilanjutkan. Para jurnalis di Palu berharap operasi pencarian yang dilakukan Basarnas bersama unsur SAR lainnya membuahkan hasil.
Harapan serupa disampaikan Kepala LKBN ANTARA Biro Sulawesi Tengah, Muhammad Zulfikar. Ia mengatakan ANTARA sejak awal terus berkoordinasi dengan Basarnas, Polda Banten, dan keluarga para jurnalis.
“Dari awal ANTARA sebagai kantor berita memaksimalkan koordinasi dengan Basarnas, Polda Banten, termasuk keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan,” kata Zulfikar.
ANTARA, kata dia, juga ikut dalam pencarian di lapangan bersama Basarnas. Direktur Utama Pemberitaan ANTARA turut datang untuk mengikuti upaya pencarian.
Malam itu, solidaritas jurnalis Palu tidak berhenti pada doa. Mereka menyalakan lilin dan menulis pesan serta harapan di atas kain putih. Pesan tersebut ditujukan kepada keluarga para jurnalis dan ABK yang masih menanti kabar.
Kegiatan itu diikuti jurnalis dari PFI Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah.
PFI Palu mengapresiasi keputusan Basarnas memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari. Perpanjangan dilakukan di tengah tantangan cuaca dan kondisi laut yang dinamis.
Hingga Senin malam, lima jurnalis dan tiga ABK tersebut masih belum ditemukan.
Bagi para jurnalis di Palu, doa malam itu menjadi cara untuk tetap menjaga harapan: agar pencarian terus dilakukan dan mereka segera mendapat kabar tentang keberadaan para pewarta tersebut.
