
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026. Berbagai persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, di Ruang Rapat Bupati Parigi Moutong, Selasa (4/8/2026).
Rapat dihadiri unsur TNI, Polri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Parigi, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah instansi terkait.
Koordinasi tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan seluruh pihak memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Adrudin Nur mengatakan, peringatan HUT ke-81 RI tahun ini akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, tidak hanya upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.
“Untuk acara ini ada beberapa rangkaian kegiatan upacara. Yang pertama adalah upacara pengibaran bendera, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di Pelabuhan Kelurahan Loji, pemberian remisi di Lapas Olaya, selanjutnya makan siang di Lapas, upacara penurunan bendera dan pada malam hari rangkaian ramah tamah,” jelas Adrudin.
Menurutnya, banyaknya agenda yang akan dilaksanakan membutuhkan koordinasi sejak dini agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan tidak terjadi tumpang tindih tugas.
Salah satu pembahasan utama dalam rapat adalah penetapan petugas upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih. Adrudin menjelaskan, pembagian tugas antara TNI dan Polri dilakukan secara bergantian setiap tahun.
“Kalau di setiap tahunnya pelaksanaan itu kita bergantian untuk petugas upacaranya. Kalau tahun kemarin pagi dilaksanakan oleh TNI, sore oleh Polri. Untuk tahun ini dibalik lagi. Pagi pelaksanaan dari Polri, kemudian untuk penurunan benderanya dari TNI,” ungkapnya.
Ia memastikan kesiapan personel dari kedua institusi telah dikoordinasikan. Nama-nama petugas juga telah disiapkan dan akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Parigi Moutong sebagai dasar pelaksanaan tugas.
“Untuk para petugasnya kami sudah meminta kesiapan dari Polri dan TNI. Nama-namanya sudah siap dan selanjutnya akan dibuatkan SK khusus untuk pelaksana upacara,” katanya.
Selain kegiatan tingkat kabupaten, peringatan HUT ke-81 RI di Parigi Moutong juga akan dirangkaikan dengan agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah dijadwalkan bertolak dari Palu menuju Kabupaten Parigi Moutong untuk mengikuti ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan di Kecamatan Toribulu. Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan dzikir bersama yang diperkirakan dihadiri sekitar 1.000 peserta.
Rapat turut membahas kesiapan lokasi, pengamanan, fasilitas pendukung, hingga pengaturan peserta sebagai langkah mengantisipasi tingginya jumlah masyarakat yang akan hadir.
Pada malam harinya, peringatan HUT ke-81 RI akan dilanjutkan dengan hiburan rakyat yang dipusatkan di Lapangan Tobue, Kecamatan Toribulu. Kegiatan tersebut dijadwalkan menghadirkan artis ibu kota sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan.
Adrudin menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, terutama dalam pembagian tugas penyediaan fasilitas dan kebutuhan kegiatan.
“Yang paling penting adalah pembagian tugasnya harus jelas, sehingga pada saat pelaksanaan tidak ada lagi persoalan terkait siapa yang menyiapkan fasilitas dan kebutuhan kegiatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, koordinasi dengan seluruh pihak akan terus dilakukan hingga seluruh persiapan benar-benar rampung.
“Harapan kita, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Karena itu, semua pihak harus mengambil peran sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.
Pemkab Parigi Moutong optimistis seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung meriah, khidmat, dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengisi semangat kemerdekaan.
