
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menargetkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) selesai pada 30 April 2026. Hingga saat ini, pelaksanaan ujian dilaporkan berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan pelaksanaan TKA dilakukan dalam beberapa gelombang dan seluruh tahapan ditargetkan tuntas tepat waktu.
“Pelaksanaan TKA berakhir pada 30 April. Semua gelombang ditargetkan selesai pada tanggal tersebut,” ujar Ibrahim, Senin (27/4/2026).
Berdasarkan data Disdikbud, dari total 425 SD di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 421 sekolah telah mengikuti TKA. Sementara empat sekolah lainnya belum berpartisipasi karena sejumlah kendala teknis dan administrasi.
Ibrahim menjelaskan, beberapa sekolah belum memiliki siswa kelas VI karena masih baru beroperasi atau baru membuka pembelajaran hingga kelas V. Selain itu, ada pula kendala administrasi seperti data siswa yang belum lengkap di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), hingga izin operasional sekolah yang belum diperbarui.
“Terutama ada satu sekolah di wilayah terpencil yang masih terkendala administrasi operasional,” katanya.
Meski demikian, Disdikbud memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan kesempatan mengikuti TKA, termasuk peserta didik yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses listrik dan internet.
Untuk mendukung pelaksanaan ujian di daerah terpencil, siswa difasilitasi mengikuti TKA di sekolah lain yang memiliki jaringan internet dan pasokan listrik memadai.
“Sekolah di daerah terpencil difasilitasi untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki akses internet dan listrik,” jelas Ibrahim.
Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan dukungan berupa penyediaan akses internet, termasuk layanan berbasis satelit, serta bantuan listrik tenaga surya di sejumlah wilayah.
Selain itu, biaya transportasi siswa dari daerah terpencil dapat dibantu melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga peserta tetap dapat mengikuti ujian tanpa terbebani biaya tambahan.
“Anak-anak tetap bisa ikut TKA meskipun harus ke sekolah lain yang memiliki fasilitas. Semua kendala sudah dicarikan solusi,” tegasnya.
Disdikbud Parigi Moutong menegaskan pelaksanaan TKA 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran ujian, tetapi juga memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.
