
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) cabang Parigi Moutong mengajak generasi muda lebih bijak dalam menyikapi rasa penasaran agar tidak terjerumus pada perilaku negatif yang dapat berdampak terhadap masa depan.
Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Ngobrol Santai (Ngopi) Bareng WIZ bertema “Cuma Coba-Coba? Ketika Rasa Penasaran Mengubah Masa Depan” yang berlangsung di Warkop Opa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/11/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai kelompok usia dengan menghadirkan Asgar Yaman dari Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai narasumber.

Ketua penyelenggara sekaligus Ketua WIZ Cabang Parigi Moutong, Jamorianto Parangan, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap pergaulan generasi muda yang rentan dipengaruhi perilaku negatif dengan alasan sekadar ingin mencoba.
“Ini menjadi keresahan kami terhadap anak-anak muda zaman sekarang. Dari pergaulan bebas, terkadang muncul keinginan mencoba sesuatu yang negatif dan bisa memengaruhi masa depan mereka,” kata Jamorianto.
Menurutnya, pendekatan melalui diskusi santai menjadi salah satu cara untuk menjangkau generasi muda sekaligus memberikan motivasi dan ruang untuk membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

“Dari sini kita mencoba memasuki dunia mereka, kemudian memberikan sedikit motivasi dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Harapannya, mereka bisa membawa hal-hal positif dari kegiatan ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan rasa penasaran, pergaulan, serta pilihan perilaku yang dapat memengaruhi perjalanan hidup seseorang.
Salah seorang peserta, Iki Pakaya, berharap kegiatan serupa dapat memberikan pengaruh positif bagi generasi muda di Parigi Moutong, khususnya di wilayah perkotaan Parigi.
“Semoga generasi muda Parigi Moutong, khususnya di Parigi Kota, bisa berpikir jauh ke depan untuk hal-hal positif dan tentunya menghindari perilaku negatif yang merugikan sesama,” katanya.
Ia juga berharap WIZ terus melanjutkan kegiatan dakwah dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu, narasumber Asgar Yaman menyampaikan bahwa seseorang yang telanjur terjerumus dalam perbuatan dosa atau kesalahan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pertobatan.
“Dalam konsep Islam, ketika kita terjerumus dalam dosa dan kesalahan, ada yang namanya bertobat. Itu kesempatan yang baik, mumpung kita masih hidup untuk kembali kepada kebaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertobatan dapat dimulai dengan menyesali perbuatan, menyadari kesalahan, berjanji tidak mengulanginya, serta berusaha menggantinya dengan tindakan yang lebih baik.
Menurut Asgar, meninggalkan kebiasaan buruk memang bukan perkara mudah. Namun, perubahan perlu dilakukan secara bertahap dengan tekad untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang santri, dilanjutkan pemutaran video dokumentasi kegiatan sosial WIZ Parigi Moutong. Acara kemudian diisi diskusi, sesi tanya jawab, dan pembagian hadiah kepada sejumlah peserta.
