
reelsparimo.com, Jakarta – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Parigi Moutong selangkah lebih dekat untuk direalisasikan. Usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah memenuhi persyaratan administrasi di Kementerian Sosial RI dan selanjutnya akan memasuki proses lelang sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemerintah menargetkan pembangunan dimulai pada Oktober 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, saat menerima kunjungan Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama jajaran dan anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Wamensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Republik Indonesia untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, ia mengingatkan agar proses penerimaan peserta didik dilakukan secara objektif.
“Yang saya titip Sekolah Rakyat ini, tidak boleh ada titipan karena sekolah ini bagus sekali tentunya semua orang pengen sekolah disitu.”
Menurut Agus Jabo, negara harus hadir memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.
“Pak presiden ingin memutus transmisi kemiskinan, beliau kemarin waktu sidang kabinet kembali menyampaikan bahwa sampai 65% kalau orang tuanya miskin akan ikut disitu. Makanya negara harus jemput, sekolahkan.”
Ia menegaskan tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Jadi tujuan sekolah rekayat, memutus transmisi kemiskinan lewat jalur itu.”
Pemerintah, lanjutnya, juga akan menanggung seluruh kebutuhan peserta didik selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Sekarang ini masih ada 4 Juta anak yang tidak sekolah, putus sekolah, karena miskin. Beliau meminta seluruh anak Indonesia bisa sekolah, mau yang kaya, miskin, sekolah. Yang miskin kita yang biayai.”
“Jadi nanti ada kelas, asrama, dapur, tempat makan, ada labnya, perpustakaan, ada lapangan olahraganya.”
“Anak-anak dapat makan sehari 3 kali, indeksnya perbula itu 4 juta, setahun setiap anak itu 48 juta. Seragam kita kasih, sepatu kita kasih.”
Usai pertemuan, Agus Jabo mengapresiasi komitmen Bupati Parigi Moutong beserta jajaran yang terus melengkapi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat hingga dinyatakan memenuhi syarat.
“Saya ingi mengucapkan kepada pa Erwin, Bupati parigi moutong. Beliau berjuang hebat sekali, dan saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya.”
Ia mengatakan, upaya tersebut membuahkan hasil setelah seluruh dokumen yang dipersyaratkan berhasil dipenuhi.
“beliau tidak lelah, untuk datang ke kemensos, dalam rangka melengkapi dokumen-dokumen untuk pembangun Sekolah Rakyat, dan alhamdulillah pada hari ini berdasarkan laporan dari sekber usulan sekolah rakyat di parigi moutong sudah memenuhi syarat.”
Menurut Agus Jabo, tahapan selanjutnya adalah proses lelang sebelum pembangunan fisik dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Tinggal menunggu waktu sebentar lagi, nanti akan ada proses lelang dan setelah lelang nanti akan ada pembangunan yang dilaksanakan oleh kementrian pekerjaan umim.”
Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan tersebut, Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu daerah yang bersiap menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus transmisi kemiskinan melalui jalur pendidikan.
