
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Parigi Moutong untuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.
Memasuki H-7 pelaksanaan upacara, Minggu (9/8/2026), persiapan para calon Paskibraka disebut telah mencapai sekitar 99 persen. Tahapan akhir kini difokuskan pada pemantapan formasi, teknis pengibaran dan penurunan bendera, serta menjaga kondisi fisik peserta.
Hal itu disampaikan Komandan Latihan sekaligus Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, yang didampingi Rizal juga selaku Pelatih, saat memberikan materi pembinaan calon Paskibraka di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong.

Sebanyak 40 calon Paskibraka yang terdiri atas 20 putra dan 20 putri mengikuti rangkaian pembinaan. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Kecamatan Moutong.
Dalam kegiatan tersebut, para calon Paskibraka juga menerima materi penguatan karakter serta sosialisasi mengenai bahaya obat-obatan terlarang.
“Pada kegiatan hari ini, para calon Paskibraka juga menerima materi penguatan karakter serta sosialisasi mengenai bahaya obat-obatan terlarang yang kita sampaikan dari pemateri oleh Devi dari Komisi Pemberantasan AIDS Provinsi Sulawesi Tengah.”
Selain pembinaan karakter, latihan terus dilakukan untuk memantapkan formasi Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45. Pemantapan juga mencakup teknis di tiang bendera, termasuk gerakan naik turun tangga serta tata cara melipat bendera.
“Insya Allah sudah 99 persen, tinggal pemantapan. Kita terutama sekarang tinggal menjaga kesehatan untuk persiapan itu. Kalau persiapan lapangan insya Allah sudah matang, tinggal beberapa hal yang kita poles,” ujar Ibrahim.
Pada tahapan akhir persiapan, panitia juga akan melakukan penggantian tali bendera lama dengan tali baru sebagai bagian dari penyempurnaan kesiapan teknis di lapangan.
Memasuki pekan terakhir sebelum pelaksanaan upacara, para calon Paskibraka dijadwalkan terus menjalani latihan pada sore hingga malam hari. Agenda tersebut menjadi bagian dari pemantapan sebelum memasuki tahapan gladi.
Gladi kotor dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, sedangkan gladi bersih dijadwalkan pada 13 Agustus 2026.
Para calon Paskibraka juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan tetap menikmati seluruh proses pembinaan. Kedisiplinan dalam mengatur waktu istirahat, makan, latihan, hingga waktu bersantai dinilai penting agar mereka tetap prima saat menjalankan tugas.
“Mereka sudah harus kuat, sudah harus belajar optimis, jaga kesehatan. Waktu tidur, disuruh tidur harus tidur. Di waktu makan, ya makan. Di waktu bermain, gunakan waktu itu bermain, bergembira ria dan tanpa memikirkan bagaimana beban tugas mereka dalam mengibarkan dan menurunkan bendera. Jadi tetap enjoy, tapi di waktu serius tetap serius,” pesannya.
Dukungan orang tua juga dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan tugas para calon Paskibraka. Doa dan dukungan keluarga diharapkan terus diberikan hingga seluruh rangkaian tugas selesai.
“Insya Allah anak-anak, adik-adik yang dititipkan dalam keadaan sehat semua di sini. Kita hanya mohon doa, doa restunya dalam pengibaran dan penurunan. Insya Allah kita bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” pungkasnya.
