
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) mulai memetakan kader, organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations/CSO), serta organisasi berbasis komunitas (Community-Based Organizations/CBO) yang memiliki perhatian terhadap perempuan dan remaja putri di Kabupaten Parigi Moutong.
Pemetaan dilakukan melalui forum diskusi bersama sejumlah pemangku kepentingan di Gedung Dinas Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan awal SEHAT untuk mengidentifikasi organisasi, kader, dan kelompok masyarakat yang berpotensi menjadi mitra program di tingkat masyarakat.
Provincial Manager SEHAT Project, Rieneke Rolos, mengatakan pemetaan diperlukan untuk mengetahui organisasi, kader maupun kelompok masyarakat yang aktif di wilayah Parigi Moutong, termasuk peran dan program yang selama ini mereka jalankan.
“Tujuan utamanya kita ingin memetakan kader dan organisasi masyarakat yang ada, kemudian melihat peran mereka di masyarakat serta program-program yang sedang atau masih aktif dijalankan,” ujar Rieneke.
Menurut Rieneke, pemetaan tidak hanya ditujukan untuk menyusun daftar organisasi. Forum tersebut juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kelompok masyarakat lain yang selama ini mendampingi perempuan dan remaja putri di wilayah masing-masing.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi SEHAT dalam menentukan calon mitra dan sasaran program agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Dengan adanya data dasar ini, ketika kami melaksanakan program, kami sudah mengetahui siapa saja mitra yang bisa diajak bekerja sama di wilayah kerja,” jelasnya.
Rieneke mengatakan pemetaan merupakan bagian dari tahapan awal program sebelum SEHAT menjalankan kegiatan yang lebih konkret di masyarakat. Dalam beberapa bulan ke depan, asesmen dan pemetaan akan dilakukan secara paralel, termasuk terhadap masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ia menambahkan, SEHAT juga akan melakukan pemetaan terhadap forum pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan.
“Dalam dua sampai tiga bulan ini kami akan banyak melakukan asesmen dan pemetaan supaya program yang kami lakukan nantinya tepat sasaran,” katanya.
Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya organisasi perangkat daerah, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, organisasi perempuan berbasis keagamaan, tokoh adat, kader, hingga tenaga dari Puskesmas.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya SEHAT untuk memahami kondisi dan potensi mitra di tingkat lokal, mengingat isu perempuan dan remaja putri berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Rieneke menegaskan, SEHAT tidak ingin bekerja sendiri. Setelah data dan informasi terkumpul, organisasi maupun kelompok yang dinilai memiliki potensi akan dilibatkan dalam berbagai program penguatan kapasitas dan kampanye kesehatan.
“Kami berharap mendapatkan data yang akurat mengenai kelompok masyarakat, kader dan kelompok-kelompok yang nantinya bisa kami libatkan. Karena kalau kami sendiri tidak mungkin bekerja,” ujarnya.
Ia menyebut bentuk kegiatan ke depan dapat berupa kampanye kesehatan, edukasi di sekolah maupun kegiatan berbasis masyarakat. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi sosial, karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Pasti akan kami diskusikan dengan masyarakat. Apa yang cocok di sana, bagaimana kondisi wilayahnya, termasuk tradisi yang ada. Jadi kegiatannya tidak sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya,” kata Rieneke.
Pemetaan tersebut selanjutnya diharapkan menjadi dasar bagi SEHAT dalam menentukan kelompok sasaran, bentuk kegiatan, serta pola kolaborasi dengan mitra di Kabupaten Parigi Moutong.
Dengan pendekatan tersebut, SEHAT menempatkan pemetaan sebagai tahapan awal untuk membangun jejaring dengan kader dan organisasi yang telah memiliki kedekatan dengan masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan perempuan dan remaja putri.
