
reelsparimo.com, Parigi Moutong – Sejumlah warga mendatangi Sekretariat Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Parigi, Senin sore (11/5), untuk mengadukan dugaan kerugian terkait pengurusan titik dapur dan supplier di Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam pertemuan tersebut, warga meminta bantuan LMP agar dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan serta pengembalian hak-hak mereka.
Salah satu warga, Herman, mengaku telah menyerahkan uang kepada seseorang berinisial H secara bertahap dengan total mencapai Rp170 juta.
“Kita orang ini sudah diberikan janji, tanpa tertulis, menjadi supplier apapun itu, tapi tidak terealisasi,” ujar Herman.
Ia berharap LMP dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami meminta tolong pada LMP membantu memfasilitasi kami supaya bagaimana jalan keluarnya hak-hak kami dikembalikan,” katanya.
Warga lainnya, Alex, mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp200 juta secara bertahap. Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan yang disebut berkaitan dengan pengurusan dapur.
“Mulai dari penarikan di Brilink bersama si H dan disaksikan teman-temannya, pengadaan peralatan dapur, biaya transport ke Jakarta, sampai DP mobil,” kata Alex.
Sementara itu, Asrul mengaku telah menyerahkan uang hingga Rp87 juta secara bertahap.
Randi juga mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Ia mengatakan dana tersebut digunakan untuk pengurusan dapur hingga biaya transportasi ke Jakarta.
“Saya menggadaikan kendaraan dengan BPKB motor atas instruksi H,” ujarnya.
Warga lainnya, Rostin, mengaku telah menyerahkan uang hingga Rp140 juta secara bertahap.
“Alasannya si H meminta uang hampir setiap hari mulai dari renovasi dapur, transport ke Jakarta untuk pengurusan berkas dapur, sampai saya disuruh mengambil uang bank senilai Rp20 juta dan uangnya diambil si H. Namun pembayaran kredit ke bank tidak dibayarkan,” ungkapnya.
Menanggapi aduan tersebut, Ketua Markas Cabang LMP Parigi Moutong, Fadli Aziz, mengatakan pihaknya akan membantu mendampingi warga dalam proses penyelesaian persoalan itu.
“Terima kasih atas kepercayaan kepada LMP untuk membantu terkait urusan dugaan utang piutang ini, termasuk juga dugaan penipuan ini,” kata Fadli.
Ia menyebut persoalan serupa diduga juga dialami warga lain di wilayah Toribulu.
“Tadi juga saya ketemu bapak inisial HT warga Toribulu. Beliau menyampaikan total nominal yang sudah disetor kepada yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia (PPBI) mencapai Rp270 juta. Oknum tidak hanya perwakilan yayasan, tetapi juga oknum pimpinan yayasan di pusat, sebab uang tersebut disetor namun ompreng dan titik dapur yang dijanjikan sampai hari ini belum ada,” ujarnya.
Menurut Fadli, terdapat sejumlah warga yang mengaku mengalami kerugian dengan pola yang hampir serupa, yakni adanya permintaan dana yang disebut sebagai dana ploting atau pengurusan titik dapur.
“Modusnya sama, menjanjikan titik dapur, sampai hari ini tidak ada. Ompreng pun demikian,” katanya.
Ia menyebut terdapat tujuh pihak yang mengaku mengalami kerugian dengan pola serupa.
“Insya Allah nanti kita akan mendampingi terkait persoalan ini ke pihak kepolisian. Selain itu, persoalan ini juga harus diketahui oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Fadli.
Ia menambahkan, saat ini terdapat dua yayasan PPBI yang telah menjadi mitra BGN di Kabupaten Parigi Moutong. Karena itu, ia berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam aduan warga tersebut belum memberikan keterangan resmi.
